Kumulai hariku dengan senyuman yang sangat indah, menatap dunia dengan hati yang lapang. Namun, itu dulu sekarang yang kuliat hanyalah orang tergeletak dengan darah yang bercucuran, suara orang menangis, berteriak. Mungkin kalian bingung apa yang terjadi disini ? Ya, kemarin kotaku mengalami bencana gempa bumi, dengan kekuatan sekitar 7,7. Yang sedihnya saat itu aku sedang pergi ke mall di daerahku tanpa orangtua dan hanya teman-temanku. Saat bencana itu terjadi aku bingung mau kemana dan semua orang di mall berhamburan. Dengan cepat aku berlari ke luar mall dan yang kulihat jalan raya di kotaku retak. Aku berlari ke rumahku sambil menangis dengan berjuta-juta pertanyaan, bagaimana keluargaku dirumah apakah mereka selamat?
Sesampainya di rumah yang kulihat apa, rumahku hancur rata dengan tanah, apakah ini terjadi karena kemaksiatan kotaku ini ya tuhan? Dan tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan kulihat itu adalah tim SAR dan aku di bawa ketempat pengungsian. Dengan sedih aku pergi ke tempat pengungsian. Sesampainya disana kulihat orang-orang berteriak sambil menangis. Dengan cepat aku mencari sanak saudaraku. Setelah aku mencari tak ada satupun sanak keluargaku yang ketemu. Betapa sedihnya hati ini.
Sampai suatu saat aku bertemu seorang teman laki-laki yaitu Bino. Dia sama sepertiku tidak tahu kemana orangtuanya berada, tetapi mungkin masih beruntung aku. Tidak ada luka di badanku hanya lecet biasa, sedangkan Bino dia kehilangan satu kakinya karena tertindih runtuhan bangunan.
Suatu saat kami pergi kesebuah rerumputan di sekitar pengungsian. Dia berkata “ Eh, kamu mau dengar cerita aku gak?”. “Mau sich apaan?” kataku penasaran. “Gini, waktu gempa itu terjadi aku lagi di Kantor PIH , aku lagi daftarin ibuku buat pergi naik haji, naik haji adalah keinginan terbesar ibuku. Untuk dapat uang itu aja aku dan ibuku harus mengamen,menjual barang di rumah kami ,hanya karena keinginan ibuku itu tapi gimana semuanya berlalu gitu aja karena gempa ini. Dan aku berjanji tetap akan mengabulkan impian ibuku. Dan semoga aja aku bisa menemui ibuku.” Katanya sambil menitihkan air matanya.”Sedih banget ya ceritamu”kataku.
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar